Bisakah Google Chrome Mengalahkan Firefox?
Setelah ngeliat di bbrp blog, mereka udah ngebahas tentang Google Chrome. Bagi yang belom tau, Google Chrome adalah sebuah Web Browser yg dibuat oleh Google. Tentu saja sesuatu aplikasi yang dikeluarkan oleh Google bukanlah hal yang bisa dianggap sepele. Bbrp Web Browser lain seperti Mozilla (FireFox) dan Opera juga pasti udah ngerasain tekanan dari Google Chrome tersebut.
Dari bbrp artikel yg saya baca, disebutkan bahwa Google Chrome ini adalah web browser yang sangat bagus. Loading pagenya sangat cepat dan memakan memori lebih sedikit dari FireFox. Tentu saja ini juga berhubungan dengan add-on yang di-install di FireFox tersebut, akan memakan lebih banyak memori, jadi penghitungan penggunaan memorinya belum bisa dibilang akurat. Interfacenya bisa dibilang sangat bagus, simpel dan elegant. Peletakan tabs juga sangat efisien sehingga memberikan ruang baca lebih untuk penggunanya. Sangat disarankan untuk pengguna notebook yang kecil, agar ruang bacanya lebih luas.
Tapi, setelah melihat segitu banyaknya efek positif dari Google Chrome, timbul bbrp pertanyaan di benak saya. Apakah Google Chrome bisa mengalahkan web browser2 lain seperti FireFox, Opera dan Safari? Jujur saja saya sedikit tidak suka dengan langkah Google yang terlalu memonopoli di dunia maya ini. Dimulai dari Pembelian Digg, Youtube dan bahkan membuat Google Knol untuk menyaingi Wikipedia. Semoga dunia maya ini lebih berwarna, bukan hanya Google saja. Saya harap Google Chrome tidak bisa mengalahkana web browser lain dengan harapan mereka tidak terlalu tinggi hati dan memonopoli semuanya.





kabarnya lagi ada celah keamanan yang ditemukan di google chrome jadi belum berani pake dulu
ya bener kang
yg namanya monopoli emang ga bagus,
mempersempit ruang gerak untuk berkreasi
btw, barusan donlot neh, saya lebih prefer safari untuk unsur elegan-nya
mungkin kalo menenggelamkan IE bisa jadi.
Untuk fight dengan firefox kayaknya agak berat deh.
Lagi pula udah kadung cinta mati sama firefox nih
Tidak ada salahnya sih kalo misalkan google chrome membawa dampak positif bagi para pengguna internet..sapa tau aja internet lebih cepat..cepat..dan cepat…hehehe..caiio google..
hmm..kita liat aja ntar degh
Saya setuju sama mas Tony, kalo gak salah waktu saya baca tadi di…, dimana ya ? saya lupa. Tapi, disitu dijelaskan bahwa website pemerintah harus berhati-hati, soalnya Google Chrome mengambil data-data yang pengunjung sedang lihat.
Trus, saya lbh milih Firefox, soalnya lengkap sih add on nya.
klo gak salah ya bro, lebih tepatnya manajemen memori-nya lebih baik (referensi dari komik presentasi google chrome oleh google di http://www.google.com/googlebooks/chrome)
btw,congrats ya! alexa rank naik lagi tuh! he3!
walaah-walaah … kayanya lagi demam post web broser gooogle chrome yak… namanay juga perusahaan besar om bay, wajar makanin perusahaan kecil. tapi kalu memang bagus kenapa tidak coba
Jovie malah baru tahu nih Mas Bayu..thx yah infonya…
===================================================
soal memonopoli ato gak…tergantung masayarakat aja..
kalo ada yang bagus kenapa harus milih yang jelek?? iya gak?? hihiy
Walah bro mau monopoli atau ular tangga ya mbok biarin aja, asal kita2 yang diuntungkan…ya to? itu namanya pasar persaingan sempurna, akibatnya adalah konsumen yang diuntungkan, bukankah bagus itu….hehehehe
Masih baru, gak berani dulu. Tunggu “pengalaman” orang lain yang pakai dulu
Masih senang pakai Safari sekarang ini 
Saya agak telat satu hari memakai browser teranyar yang sedang menarik perhatian dunia ini. Dirilis tanggal 2 September kemarin, saya baru mengunduh dan meng-install-nya sehari setelah itu. Cukup menarik sekali untuk melihat software yang masih versi beta ini sudah mampu mendukung berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia, walaupun masih terasa aneh dan konyol (bayangkan saja, ada sesuatu yang diberi nama ‘Di bawah terpal’ !!!).
Sepintas pada visual, ini adalah browser dengan tampilan yang sangat minimalis dan menawan. Saya nyaris tidak bisa melihat tombol atau gambar apapun yang terserak di interface / antarmuka-nya yang berwarna biru langit tersebut. Sepertinya Google benar-benar serius dengan komitmen mereka untuk memberikan keunggulan dalam kecepatan dan ketepatgunaan. Saya sedikit perlu penyesuaian ketika melihat tampilan tab yang agak nyeleneh dibanding dengan browser lainnya, tapi dalam lima belas menit saya sudah jatuh cinta dengan tampilan Google Chrome.
Sayangnya keunggulan penampilan tersebut masih belum dibarengi dengan kelengkapan fungsi yang memadai. Misalnya saja pada engine blog wordpress saya, tidak bisa menampilkan visual rich-text editor. Yang dimunculkan adalah box teks yang perlu di-edit secara html manual atau copy-paste dari dreamweaver atau software sejenisnya.
Saya pikir, Chrome sangat memerlukan kekuatan komunitasnya untuk menciptakan plugins yang membuat para peselancar dunia maya menjadi kasmaran berat dengannya. Seharusnya tidak perlu waktu lama untuk mereka mulai mengembangkan plugins itu atau istilah mereka ‘gears’ tersebut, tapi saya juga tidak terlalu yakin Chrome akan mengantisipasi banyak gears karena tujuan utama mereka adalah keringanan dan kecepatan.
Selama ini saya adalah pengguna browser Maxthon yang menurut saya pribadi sangat memuaskan dari segi keringanan, kecepatan, dan keluasan fungsi. Bergantian dengannya, saya juga masih memakai Firefox untuk keperluan mengakses situs yang kaya akan AJAX dan fungsi-fungsi skrip dinamis lainnya (seperti Facebook, Google Reader, atau Meebo) karena di Maxthon hal tersebut masih kurang terakomodasi dengan baik selain perlu loading yang lama. Kehadiran Chrome sepertinya yang serba cekatan menangani skrip sepertinya merupakan penyatuan yang sempurna dari Maxthon dan Firefox. Terbukti saya yang sekarang sudah uninstall Firefox, tertinggal Chrome sebagai default browser yang disusul oleh Maxthon sebagai alternatif yang sampai sekarang masih sulit saya tinggalkan. Perlu waktu yang lama bagi saya dahulu untuk memutuskan pindah dari Firefox ke Maxthon. Ketika saya melihat Chrome, hanya perlu waktu beberapa jam saja.
Sekalipun demikian, Chrome sepertinya tidak begitu dianjurkan untuk mereka yang menggunakan internet dengan bandwidth terbatas karena sampai saat ini tidak bisa memblok atau menonaktifkan gambar-gambar yang biasanya menyedot resource bandwidth. Akibatnya, berselancar dengan Chrome akan menghabiskan biasa yang cukup besar. Situs-situs populer di Indonesia seperti Detik.com, Kaskus.us, HitmanSystem.com, Okezone.com, ataupun manca negara seperti MSN.com dan BoingBoing.net memiliki begitu banyak materi gambar yang akan terasa merampok peselancar yang menggunakan dengan limited bandwidth.
Bagi saya, ada dua fitur yang paling menarik dari Chrome. Yang pertama adalah Incognito Window. Ini adalah ide mungil yang cukup cerdas; saya sangat terkejut Google mengantisipasi kebutuhan ini dengan serius, sampai-sampai dimunculkan sebagai mekanik tersendiri dalam browser mereka. Fitur kedua adalah Omnibox yang membuat segala sesuatunya lebih singkat dan lancar. Jenius!
Google telah menyewa seorang komikus untuk mengerjakan komik pendek yang bisa dibaca di sini. Saya adalah penggemar Scott McCloud lewat karyanya Understanding Comics, jadi saya memiliki harapan yang tinggi untuk hasil kerjasamanya dengan Google ini. Sayang sekali, komik Chrome tidak berhasil memuaskan harapan tersebut, karena penyampaiannya yang masih terasa kaku, prematur dan tidak serius. Anyways, pengguna Chrome, atau malah pencinta Chrome, rasanya akan tetap menikmati karya tersebut sebagai tutorial mekanik dari masa depan sebuah browser.
wow, mksh komennya, panjang amat, kaya mau buat post baru
bisa tidaknya google chrome menyaingi firefox masih menjadi sebuah fenomena, juon. Semua hal bisa terjadi di dunia ini, walaupun kecil kemungkinannya. Harusnya tidak saling bersaingan tapi saling mengisi agar semua bisa maju, betul g.
blog walking inthe mission, salam kenal semuanya. byme
websitegue
bos…aku masih setia pake si jabrik kebakar..aku coba pake GC kok masih blum nemuin keunggulanya…
waw… nunggu stabil dulu deh
Cita-cita Google untuk menguasai dunia maya, mulai berjalan nih…
biasalah mslh bisnis..sergey dan brinn sudah tidak seperti dulu wkt awal bikin gugel yang bisa dibilang iseng…skrg dah tau duitnya ya jadi super serius hehehehe
Sekarang sih masih pakai Firefox … trus emang lebih elegan tampilan safari darpada chrome. Trus … biarpun sama-sama engine rendering-nya webkit (safari). Cuma kok di chrome masalah tampilan masih aja ada yang kacau ya .. yang para web designer bakal tambah nih kerjaannya …
tunggu aja peluncurannya tapi aku dah cukup puas dengan Firefox kayaknya masih tetep pake Firefox deh
Nggak akan bisa… Lah wong google dah mengkhianati mozilla yang udah menampilkan google serach di default pagenya ketika kita buka browser. Lagi pula baca beberapa info kalo chrome securitynya ancur lebur berantakan
tau nih kang, males bet pindah browser. udah pewe pake firefox… huehuehue
Tulisan yang bagus, simple dan tanpa berbelit-belit. Inilah blog yg memenuhi kriteria saya dalam hal ‘postingan’ bermutu
Salam Kenal Om
walah sama nie kaya neng jovie kang..maaf yee..saia baru tahu..hehehe..abis kebanyakan kerjaan..lom sempet nyoba ato install nie..kompi jg ngadat..hehehe..
klo baru dikeluarkan seh kayanya msh perlu diujicobakan dulu yah..hehehe..belum tentu cuma karena nama google ikut nebeng langsung bagus..msh harus disempurnakan..lagian FF sm Opera kayanya udah byk punya penggemar..apalagi IE..hehehe..denger google chrome bisa - bisa kram ney nyang pake klo msh beta..wekekeke..
kayanya klo maen monopoli seh ga yah..msh byk kompetitor kaya nyahoo!..hehehe..msh bs nandingin di beberapa sisi kok..hehehe..
kecuali microsoft yg sablenk kena tampar dari uni eropa krn monopoli market disana..hahaha..tp tetep aja msh bs jalan terus..malah makin tinggi hati aje dan terkenal tuh..hihihi..
maaf nie kang..ngelantur saia nie..hehehe..sukses kang..:)
sepertinya sekarang lg demam GC ya.. saya belom sempet downloadnya jadi blom pake..
#sapimoto: kayanya iya bro. liat aja salah 1 social network terbesar, digg udah under google. Video hosting, youtube under google.
#adieska: kalo masalah google search itu, itu kayanya kontrak deh.
#blogger addicter: kalo didunia maya, udah jelas google monopoli bro.
ntar2 aja tunggu udah ngga beta
#lyla: udah ada kok mba, apa lagi yg ditunggu?
#khay: makasih ya, salam kenal juga..
#emfajar: sama nih blom pake
kalo google berniat monopoli, dia nggak akan melepas chrome ke open source
coba baca komiknya, di halaman terakhir google jelas bilang bahwa tujuan mereka membuat chrome adalah membuat internet lebih baik, mereka bahkan meng-encourage untuk mengambil ide yg ada di chome dan mengembangkan browser sendiri
dan desain teknis yg secara gamblang dijelaskan di komiknya itu bukan tidak mungkin untuk diadopsi oleh IE atau bahkan FF
kayaknya untuk saat ini ENGGAK mungkin coz…. dari artikel yang saya baca di DETIK katanya GC (gogle crome) bisa menjadi penyebar virus… jadi gak mungkin menyaingi firefox yang securitynya kuat… entak untuk minggu atau bulan2 yang akan datang…..
persaingan di dunia maya makin sengit aja.
anak mama bingung mau pakek yang mana?
daku nunggu keadaan dah stabil aza deh. gak apa apa bagian terakhir, soalnya lom berani nyoba2 hal baru,hi..hi..rada hati2..
He.. begitu launching gw cepet trus gw test make make browserdelay.. wowww.. hampir 2,5x lebih kenceng dari firefox.. cuma dia blom mampu mencover beberapa JS.. soalnya pas make firefox.. bisa tampil apik.. make chrome.. jadi ancur… he..he.. maklum.. namanya juga beta.. wekekke
sepertinya masihh belum
Setuju pisaaann…
Monopoli? NO WAY…
tergantung promosi yg dilakukan oleh Google…kalo dalam waktu deket ini kayaknya masih susah buat nyaingi Firefox atau Opera, mungkin masih butuh waktu. Btw, hehe…ini ngisi komen pake Chrome…emang browser ini gokil, lebih cepet dari Firefox atau Opera
Google mulai merajai dunia nih…kayaknya mereka ambisi banget buat ngalahin Microsoft.
serem juga ya, ngeliat perkembangan google 2thn terakhir. . . microsop mesti lembur nih..
saya masih ngetest gugel crom, jadi belom tau deh bagusan ff ato gc ato sebaliknya.
tapi sejauh ini sih gc lebih asik dibanding ff dari segi kecepatan. tapi engga tau deh dari segi lain. lagi pula masih beta.
nunggu ver. finalnya aja dehh
Mmmm.. koq kayaknya beda dengan yang saya rasakan ya kang.. Ketika Chrome menjalankan add on flash player seperti tag cloud cumulus di blog saya, sepertinya masih berat.. memang loadnya cepet, tapi begitu widget itu digerakkan menggunakan cursor, jadi agak tersendat gitu.. saya gak juga tau kenapa…
Btw ini kan masih versi beta… mungkin kalo sudah release versi stable nya, segala macam kekurangannya bisa tertutupi…
ahh,,beta…kita suka make yang pasti2 aja..ehehe..firefox gituh..
Lagian Chrome ada waktunya tiba2 nghang sendiri.
Stay with FF3 aja euy…
Di linux belum keluar ni. Sempet nyicip sbntar di kompie temen, emang menang di light banget
#kita & indocontest: iya emang masih sering hank, masih beta
#utchanovsky: iya ya bro, masih versi windowsnya ya..? btw linux pake apa bro?
Google chrome boleh juga di jadikan second browser tapi kalau default masih setia ama firefox…
menurut aq c susah,
emang google chrome cepet,
tapi uda terlanjur friendly user ama firefox,
lgyn firefox gampang buat ngecek pr
mungkin bisa ngalahin IE, tapi untuk firefox blm tentu, ada beberapa keunggulan yang blm bisa disaingi sama GC…tapi ane mulai suka ama GC nih..hehehehe